Merupakan Makanan Anti Inflamasi, Waspadai Pula Risikonya

Mengonsumsi beragam makanan anti inflamasi dapat mencegah Anda mengalami infeksi yang berujung pada peradangan.

Mengonsumsi beragam makanan anti inflamasi dapat mencegah Anda mengalami infeksi yang berujung pada peradangan. Dengan demikian, Anda pun dapat meminimalkan risiko komplikasi peradangan yang umumnya jauh lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda. 

Tidak sulit menemukan beragam jenis makanan anti inflamasi dalam kehidupan sehari-hari. Beragam jenis buah, sayur, hingga protein hewani dapat menjadi pilihan bagi Anda yang tengah mencair penangkal peradangan. Hanya saja ketika mengonsumsi beragam makanan tersebut, Anda tidak boleh berlebihan. Bagaimanapun, tiap makanan juga memiliki potensi risiko terhadap kesehatan di luar manfaatnya yang memang sudah terbukti. 

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan anti inflamasi yang patut Anda waspadai pengonsumsiannya. Hal tersebut karena jenis makanan-makanan di bawah ini memiliki risiko yang cukup berbahaya bagi tubuh Anda, khususnya bagi yang memiliki penyakit penyerta. 

  • Bayam 

Semua yang Anda butuhkan untuk mencegah peradangan dapat Anda jumpai dalam bayam, mulai dari karotenoid, vitamin C, vitamin E, juga vitamin K. Semua nutrisi tersebut mampu melindungi tubuh dari infeksi yang menyebabkan inflamasi. Akan tetapi, jangan mengonsumsi makanan anti inflamasi ini secara berlebihan. Bayam nyatanya bisa meningkatkan risiko asam urat sampai menjadi sumber penyakit ginjal. 

  • Telur 

Vitamin D merupakan sumber anti inflamasi yang mujarab. Pasalnya, vitamin yang satu ini dapat meningkatkan kadar penangkal peradangan pada tubuh. Telur merupakan sumber vitamin D yang baik, khususnya di bagian kuning telurnya. Hanya saja, batas ideal mengonsumsi kuning telur adalah 2—3 butir per minggu. Mengonsumsi kuning telur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner sampai stroke. 

  • Jahe 

Jahe mengandung senyawa gingerol yang mampu menjadi antioksidan, anti inflamasi, juga anti bakteri. Anda dapat mencampurkan jahe sebagai bumbu makanan untuk merasakan manfaat anti inflamasinya. Anda pun bisa mengonsumsi jahe dengan cara menjadikannya sebagai air rebusan untuk diminum tiap hari. Namun hati-hati, terlalu banyak mengonsumsi makanan anti inflamasi yang satu ini bisa menimbulkan risiko diare. Orang-orang yang memiliki masalah liver pun sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi jahe karena mampu memperparah kondisi kesehatan hatinya. 

  • Nanas 

Kemampuan nanas melawan peradangan karena buah ini mengandung senyawa bromelain. Senyawa yang paling banyak terdapat dalam batang buah nanas ini ini mampu mengurangi gejala peradangan. Hanya saja, Anda sebaiknya membatasi konsumsi nanas harian. Mengonsumsi buah kuning ini secara berlebihan mampu meningkatkan potensi alergi yang bisa berujung pada kesulitan bernapas. 

  • Cokelat 

Ingin makanan anti inflamasi yang penuh manfaat juga memiliki rasa yang lezat? Jawabannya adalah cokelat! Jenis makanan ini mengandung flavanol yang dapat menjadi anti inflamasi. Flavanol juga mampu menjaga sel-sel endotel sehingga saluran arteri Anda tetap sehat. Namun tetap saja, Anda tidak boleh berlebihan mengonsumsinya. Menyantap cokelat, khususnya yang telah diolah, terlalu banyak dapat menjerumuskan Anda dalam kondisi obesitas, diabetes, sampai menjadi penderita penyakit jantung. 

  • Tiram 

Makanan laut yang satu ini mengandung zinc dan magnesium tinggi yang mampu menjaga respons anti inflamasi dan antioksidan dalam tubuh. Tiram bahkan menjadi salah satu makanan anti inflamasi terbaik yang dapat Anda pilih untuk mencegah dan mengobati peradangan. Akan tetapi, tiram juga merupakan makanan laut dengan tingkat kolesterol tinggi. Tiap 100 gram tiram dapat mengandung 71 miligram kolesterol. Mengonsumsi tiram terlalu banyak pada akhirnya akan menyeret Anda ke berbagai potensi penyakit kronis, seperti penyakit jantung maupun stroke. 

*** 

Jangan hanya melihat manfaat sesuatu dari satu sisi, termasuk ketika Anda berburu makanan anti inflamasi. Perhatikan pula risiko kesehatan lain yang bisa saja menimpa Anda jika mengonsumsi makanan tersebut secara tidak wajar.

Be the first to comment on "Merupakan Makanan Anti Inflamasi, Waspadai Pula Risikonya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*