6 Risiko Threesome yang Perlu Diketahui

Threesome merupakan salah satu bentuk aktivitas dalam berhubungan seks yang melibatkan tiga orang sekaligus. Bisa dua pria satu wanita, atau dua wanita satu pria, atau bahkan ketiga-tiganya pria atau wanita.

Mungkin beberapa di antara kamu bertanya-tanya apakah itu mungkin senikmat hubungan seks intim antara dua orang, atau apakah malah lebih nikmat? Well, hubungan seks juga berkaitan dengan selera masing-masing orang. Bisa jadi akan awkward, bisa jadi sangat nikmat.

Namun, di Indonesia, tentunya hal ini akan menjadi perdebatan besar, karena biasanya salah satu dari ketiga orang pelaku threesome adalah bukan pasangan sah, alias orang lain. Atau bisa jadi bahkan tidak ada di antara mereka yang terikat pada hubungan pernikahan yang sah.

Yah, bukan tidak mungkin threesome itu dilakukan oleh seseorang yang melakukan poligami sih, jadi kedua lawan mainnya adalah pasangan sah. Namun, mari kita kesampingkan dulu soal bagaimana status satu orang tambahan itu, atau apapun orientasi seksualnya.

Terlepas dari siapa saja yang bermain di dalam aktivitas penuh gairah itu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui soal threesome. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tujuh risiko kesehatan melakukan threesome, baik secara fisik maupun mental!

  1. Terinfeksi penyakit seksual yang menular

Pada umumnya, pelaku threesome (terutama orang tambahan di luar pasangan utama) adalah seseorang yang sangat “petualang” di dunia making love. Ini berarti, dia cukup sering berganti-ganti pasangan atau grup. Hal ini tentunya membuka risiko yang lebih besar untuk dia sudah terkena infeksi menular seksual.

Memang sih bisa jadi itu sekadar herpes, gonorrhea, atau syphilis, tapi kan tetap akan mengganggu kesehatan kamu dan pasanganmu yang utama. Apalagi kalau ternyata dia terinfeksi HIV. Ingat bahwa kondom pun bisa sobek atau bocor, jadi pertimbangkan baik-baik meskipun dia mengatakan bahwa dia selalu memakai pengaman.

  1. Menimbulkan rasa stres

Jujur aja, jika dihadapkan pada dua pilihan, kamu pasti memiliki kecondongan lebih suka pada salah satunya. Terutama kalau sudah bicara soal hubungan seks yang mencari kenikmatan dan kepuasan ya.

Bisa jadi kamu lebih tertarik tubuh si A daripada si B, sehingga kamu lebih sering menjelajahi tubuh si A daripada si B. Jika kamu memiliki kekhawatiran bahwa itu akan terjadi di kamu, atau kamu sadar bahwa kamu gak siap untuk lebih diabaikan, berarti kamu belum siap untuk melakukan threesome.

  1. Frustrasi

Jika kamu ingin jadi orang yang baik atau percaya bahwa kamu adalah orang yang baik, kemungkinan besar kamu akan berusaha untuk adil pada kedua lawan mainmu saat melakukan threesome. Jadi kamu akan berusaha memuaskan keduanya secara seimbang. Namun kembali lagi pada fakta bahwa setiap orang pasti memiliki kecondongan kesukaan, secara alami kamu akan lebih banyak bermain dengan pasangan yang lebih menarik untukmu.

Ketika akhirnya kamu sadar bahwa kamu kurang bermain dengan pasanganmu yang satu lagi, di situlah esensi kenikmatan seks tidak bisa maksimal. Karena di tengah permainan ranjang yang penuh berahi itu, kamu masih harus berpikir dengan logikamu sebagai makhluk sosial. Untuk orang yang sensitif, orgasme akan susah dicapai dalam threesome.

  1. Menjalani hubungan asmara tidak wajar

Berbeda ceritanya jika kamu dan pasangan sahmu merasa tidak cocok dengan threesome setelah pertama kali kalian mencoba karena rasa penasaran, jika kalian merasa cocok, hal tersebut bukan tidak mungkin mengubah preferensi seksual kalian.

Bisa jadi kalian malah susah untuk tergugah atau orgasme jika tidak melakukannya bertiga. Nah, dengan begitu, tentunya akan menjadi tantangan dinamika baru bagi hubungan seks kalian, atau bahkan hubungan kalian sebagai pasangan sah dalam hal apapun.

  1. Tidak menyelesaikan masalah

Kalau hubungan seks kalian mengalami hambatan, atau salah satu dari kalian (atau keduanya) mengalami depresi karenanya, hal terbaik yang bisa kalian lakukan adalah melakukan perbincangan secara dewasa sebagai pasangan. Kalian juga bisa menemui terapis hubungan untuk membantu menyelesaikannya. Namun jangan pernah berpikir bahwa threesome akan memperbaiki permasalahan di dalam hubungan kalian, malah itu justru membuat semakin runyam.

David Ortmann, seorang psikoterapis dan terapis seks di San Francisco dan Manhattan, mengatakan bahwa pasangan yang berpaling ke threesome sering melakukannya dalam upaya untuk membereskan masalah keintiman yang belum terselesaikan. Kalian justru akan berisiko makin depresi akibat kemungkinan rasa bersalah dan cemburu.

  1. Muncul rasa baru dengan orang lain

Bisa jadi kalian membuat perjanjian di awal bahwa hubungan seks threesome yang kalian lakukan tidak boleh melibatkan perasaan dan berjanji tidak akan timbul perasaat. Tapi hey, yang namanya perasaan itu lahir secara alami, kamu tidak bisa melarang itu untuk muncul.

Kecuali kontrol dirimu benar-benar kuat, jangan mengambil risiko, terutama jika kamu sangat sayang dengan pasangan sahmu dan tidak ingin juga dia timbul rasa dengan orang lain. By the way, bisa jadi kamu juga yang akan timbul perasaan baru itu. Jadi, sudahlah, tak usah bermain hati.

Itulah tadi bahaya kesehatan threesome baik untuk mental maupun fisikmu. Pikirkan benar-benar sebelum melakukannya. Bahayanya terbilang serius kan? Masih mau melakukan threesome?

Be the first to comment on "6 Risiko Threesome yang Perlu Diketahui"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*